Latar Belakang
Pusat
Pendidikan dan Pelatihan Olahraga Pelajar (PPLP) dan Sekolah Khusus Olahragawan
(SKO) merupakan lembaga pendidikan untuk menjaring dan membina pelajar berbakat
olahraga agar mencapai prestasi olahraga yang tinggi di tingkat nasional dan bahkan
internasional.
Prestasi yang
tinggi hanya dapat dicapai oleh atlet yang mempunyai bakat besar dan memperoleh
pembinaan yang baik secara berjenjang dan berkesinambungan.
Pembinaan
prestasi secara berjenjang mempunyai implikasi terhadap pentingnya evaluasi
yang harus dilaksanakan secara berkala sejak tahap penjaringan atlet sampai dengan
tahap akhir pelaksanaan program pelatihan dan prestasi yang dicapai.
Setiap PPLP dan
SKO sudah berkembang dan menunjukkan kinerjanya masing-masing yang beragam
dalam menghasilkan atlet yang berprestasi tinggi, termasuk dalam hal penetapan
parameter dan instrumen yang digunakan.
Guna mengurangi
keberagaman dan menjamin kualitas penetapan parameter dan instrumen yang
digunakan untuk mengevaluasi para atlet, diperlukan adanya panduan sebagai
acuannya. Untuk itu, Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia
menerbitkan buku Panduan Penetapan Parameter Tes yang dapat digunakan
oleh PPLP dan SKO sebagai acuan dalam mengevaluasi para atlet. Dalam Panduan
Penetapan Parameter Tes ini dideskripsikan parameter tes yang bersifat umum.
Petunjuk
Pelaksanaan Tes
1. Kriteria Bagi Atlet yang akan di Tes
- Harus sehat fisik dan mental berdasarkan pemeriksaan dokter
- Satu hari sebelum pelaksanaan tes, atlet yang bersangkutan cukup istirahat dan cukup tidur
- Makan terakhir 2 jam sebelum tes mulai dilaksanakan
- Atlet diharuskan berpakaian dan bersepatu olahraga pada saat menjalani tes
- Sebelum memulai aktivitas tes, atlet melakukan pemanasan selama kurang-lebih 15 menit
- Atlet diharuskan untuk menjalankan tes dengan sungguh-sungguh
2. Kriteria Bagi Pelaksana Tes
- Mengetahui jenis-jenis alat ukur yang akan digunakan
- Memahami prosedur pelaksanaan pengukuran
- Dapat mengoperasikan dengan benar berbagai peralatan yang akan digunakan dalam pengukuran
3. Kriteria Sarana dan Prasarana Pelaksanaan Tes
- Alat tes yang digunakan telah ditera atau memenuhi standar
- Tempat pelaksanaan tes harus aman dan nyaman bagi atlet
- Tersedia peralatan medis untuk kepentingan PPPK
- Tersedia formulir-formulir yang dibutuhkan untuk merekam hasil tes
- Bila tes terjadwal secara rutin berkala, pelaksanaan hendaknya dilakukan di tempat dan waktu yang sama
Jenis Pengukuran
Jenis pengukuran
yang disusun dalam Panduan Penetapan Parameter Tes terdiri atas alat
ukur yang digunakan untuk mengukur:
1.
Tinggi
dan berat badan;
2.
Ketebalan
lemak;
3.
Volume
paru-paru;
4.
Kapasitas
paru maksimal;
5.
Fleksibilitas
togok;
6.
Keseimbangan
statis;
7.
Daya
tahan otot perut;
8.
Daya tahan tubuh bagian atas;
9.
Daya
ledak otot tungkai;
10.
Kekuatan
peras otot tangan;
11.
Kekuatan
ekstensor otot punggung;
12.
Kekuatan
ekstensor otot tungkai;
13.
Kekuatan
menarik otot bahu;
14.
Kekuatan
mendorong otot bahu;
15.
Kekuatan
otot perut;
16.
Kekuatan
otot lengan;
17.
Kecepatan
lari;
18.
Kelincahan;
19.
Daya
tahan anaerobik;
20.
Kapasitas
aerobik;
21.
Kapasitas
aerobik maksimal;
22.
Kesegaran
jasmani.
Keterangan:
Dalam
melaksanakan tes, perlu memperhatikan urutan pelaksanaan pengukuran. Jenis-jenis pengukuran yang dalam
pelaksanaannya mengharuskan atlet mengeluarkan banyak tenaga, hendaknya
dilaksanakan di urutan terakhir, seperti pengukuran kapasitas aerobik,
kapasitas aerobik maksimal atau kesegaran jasmani.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar